TentangHukum Aqiqah ataupun Akikah Anak Bagi Agama Islam Jumhur (mayoritas) cendekiawan semacam Imam Malik, Syafii, Ahmad, Bukhari serta yang lain berkomentar kalau itu tidak harus namun sunnah muakkadah yang tidak layak ditinggikan untuk mereka yang sanggup. Apalagi secara eksplisit Imam Syafii berkata tentang apakah dia tercantum dalam sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ataupun bidah? Dengandemikian, wanita yang mengalami abortus dalam usia kehamilan 8 minggu, seperti yang saudara tanyakan, tetap dikenai hukum nifas dengan jangka waktu sampai darah tersebut berhenti keluar. Karena si ibu mengalami hukum nifas, maka berlaku pula baginya hukum-hukum yang berkaitan dengan nifas, yaitu dilarang berhubungan suami istri, berpuasa AlhamdulillahNU dan Muhammadiyah tahun ini 1436 H. / 2015 M. akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H. secara bersamaan, yaitu pada hari Jum'at, 17 Juli 2015 M. Hal itu saya gunakan dengan sistem ilmu hisab "Nautical Almanac" secara manual (bukan dengan program hisab), di mana data Bulan (Moon) dan Matahari (Sun) diambil langsung dari pantauan satelit ruang angkasa, yaitu VIVA- Hukum aqiqah dalam ajaran agama Islam termasuk ke dalam sunnah muakkad dan bisa dilaksanakan untuk umat muslim yang mampu. Selain untuk menyambut kehadiran sang buah hati yang baru lahir ke dunia, aqiqah juga memiliki tujuan utama untuk berbagi kebahagiaan kepada orang di sekitar kita sehingga akan muncul doa terbaik supaya anak tersebut bisa tumbuh dengan baik, mulai dari fisik Aqiqahdilaksanakan Rasulullah Saw dan para shahabat. Diriwayatkan oleh para penyusun kitab as-Sunan bahwa Rasulullah Saw meng-aqiqah-kan Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing. Menurut Imam al-Laits dan Imam Daud azh-Zhahiri hukum Aqiqah itu wajib. (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq: 3/326). Semarang-. Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah turut menanggapi viral soal pernikahan berbeda agama di Semarang. Muhammadiyah menegaskan pernikahan berbeda agama tidak sah menurut hukum Islam dan v9YdGoE. Pertanyaan Assalamuโ€™alaikum Wr. Wb. โ€œAqiqah seekor kambing harganya Rp 900 ribu. Umpama uang Rp 900 ribu itu untuk membeli daging lalu digunakan untuk aqiqah benar atau tidak? Saya sangat menanti jawabannya. Sebelumnya, saya sampaikan terima kasih.โ€ Junus Munawir Desa Merden Kec. Purwonegoro Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah Jawaban Sebelum menjawab pertanyaan saudara, perlu kami sampaikan terlebih dahulu beberapa hal yang berkaitan dengan aqiqah, yaitu Pengertian Aqiqah Aqiqah adalah ู‡ูู‰ูŽ ุงูŽู„ุฐู‘ูŽุจููŠู’ุญูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ุชูุฐู’ุจูŽุญู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููˆู’ุฏู Artinya "Aqiqah adalah hewan yang disembelih karena kelahiran seorang anak". Kata aqiqah ini berasal dari kata โ€œal-Aqq โ€ yang berarti membedah dan memotong. Binatang yang disembelih dinamakan โ€œAqiqahโ€ karena binatang itu dibedah atau dipotong tenggorokannya. Dengan demikian kata โ€œAqiqahโ€ berarti binatang sembelihan untuk bayi yang dilahirkan. Aqiqah ini sudah dilakukan oleh orang-orang sebelum Islam dengan melumurkan darah hewan qurban ke kepala sang bayi. Lalu tradisi aqiqah ini dilestarikan oleh Nabi saw. dengan mengadakan beberapa perubahan tertentu seperti; tidak mengoleskan darah hewan ke kepala bayi, namun diganti dengan mencukurnya. Rasulullah saw bersabda ุงูŽู‡ู’ุฑูู‚ููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฏูŽู…ู‹ุง ูˆูŽุงูŽู…ููŠู’ุทููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽู‰ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑู‰ โ€œSembelihlah aqiqah atas nama si bayi dan cukurlah rambutnyaโ€. HR. al-Bukhari Dasar Hukum Aqiqah Menurut para fuqahaโ€™ ulamaโ€™ ahli fiqih, aqiqah hukumnya adalah โ€œsunnah muakkadahโ€, hal ini didasarkan pada hadits Nabi saw riwayat Aisyah ra. ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุนูู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุดูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉู‹ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐู‰ุงู„ุฐุจุงุฆุญุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ Artinya โ€œIa berkata Rasulullah saw. menyuruh kami agar menyembelih aqiqah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuanโ€. HR. at-Tirmidzi, Kitab adz-Dzabaaih, Bab al-Aqiqah Dalam hadits riwayat Samurah bin Jundab dijelaskan Rasulullah saw bersabda ูƒูู„ู‘ู ุบูู„ุงูŽู…ู ู…ูุฑู’ุชูŽู‡ูŽู†ูŒ ุจูุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุชูู‡ู, ุชูุฐู’ุจูŽุญู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุณูŽุงุจูุนูู‡ู ูˆูŽ ูŠูุญู’ู„ูŽู‚ู ูˆูŽูŠูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆ ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุณู†ู† โ€œSetiap anak yang baru dilahirkan tergadai dengan aqiqah yang disembelih pada hari ketujuh kelahirannya. Pada hari itu dicukur rambutnya dan diberi namaโ€. HR Ahmad dan Ashab as- Sunan Hewan Aqiqah Berdasar beberapa hadits di atas jelaslah hewan yang disembelih untuk aqiqah adalah binatang ternak yag berupa kambing atau domba. Sedang binatang yang disembelih untuk qurban adalah domba kambing, embe, sapi kerbau dan unta. Menurut hemat kami, syarat-syarat hewan aqiqah tersebut sama dengan syarat hewan qurban, yaitu secara fisik hewan tersebut sehat, tidak cacat seperti pincang dan tidak terlalu kurus. Kembali pada pertanyaan saudara, apakah uang yang senilai Rp 900 ribu dibelikan daging kemudian dibagikan sebagai aqiqah apakah hal itu dibenarkan atau tidak? Dengan memperhatikan beberapa keterangan tentang aqiqah di atas, yaitu tentang pengertian aqiqah, hukum aqiqah dan hewan aqiqah, maka apa yang saudara tanyakan tidak benar, dan sebaiknya mengikuti kepada apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Wallahu aโ€™lam bis shawab. Rubrik Tanya Jawab Agama Diasuh Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sumber Majalah SM No 3 Tahun 2009 Link artikel asli sumber Suara MuhammadiyahBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Hukum aqiqah โ€“ Di dalam agama Islam salah satu cara untuk menyambut kehadiran bayi dalam suatu keluarga biasanya dilakukan dengan acara aqiqah. Aqiqah itu merupakan proses pemotongan kambing, yang kemudian daging kambing diolah menjadi makanan dan dibagikan kepada tetangga atau saudara. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hukum aqiqah lebih lanjut. Simak ulasan lengkapnya, Grameds. Pengertian AqiqahDalil-Dalil Syari Tentang Hukum AqiqahWaktu yang Tepat untuk Hukum AqiqahSyarat Melakukan Aqiqah1. Jumlah Hewan Aqiqah2. Perhatikan Kondisi Hewan Aqiqah3. Membagikan Aqiqah dengan Daging Mentah4. Dapat Dibagikan Dalam Bentuk Olahan Masakan atau Daging Mentah5. Aqiqah Saat Anak Sudah DewasaProses Pelaksanaan TasyakuranPerhatikan Waktu yang DianjurkanMencukur Rambut AnakMemberikan Nama AnakMakan BersamaKategori Ilmu Berkaitan Agama IslamMateri Agama Islam Pengertian Aqiqah Sumber Pixabay Salah satu cara untuk menyambut bayi yang baru lahir yaitu dengan melaksanakan kegiatan aqiqah. Aqiqah, bentuk rasa syukur atas kelahiran Si Kecil agar mendapat berkah. Kelahiran Si Kecil tentu membawa kebahagiaan. Ada satu rangkaian dalam Islam dalam menyambut kelahiran, yakni aqiqah. Jauh hari sebelum hari lahir tiba, ada baiknya Anda mempersiapkan budget ketika Si Kecil lahir. Bukan hanya untuk biaya kelahiran dan segala perlengkapan Si Kecil, tetapi juga perlu mempersiapkan budget juga yang dikeluarkan untuk melakukan aqiqah. Aqiqah dapat diartikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan memotong kambing dan dibagikan kepada saudara, tetangga, dan mereka yang membutuhkan. Aqiqah kerap diidentikan seperti pemotongan hewan kurban saat Idul Adha, tetapi tentu niat dan tata cara pelaksanaannya memiliki perbedaan. Secara bahasa, aqiqah memiliki arti โ€œmemotongโ€ yang berasal dari bahasa arab โ€œal-qathโ€™uโ€. Terdapat juga definisi lain aqiqah yaitu nama rambut bayi yang baru dilahirkan. Menurut istilah, aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan. Berdasarkan tafsir sebagian besar ulama yang dinilai paling kuat, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad. Aqiqah menjadi ibadah yang penting dan diutamakan. Bila mampu untuk melakukannya, maka orang tua sangat dianjurkan untuk melakukan aqiqah anaknya saat masih bayi. Namun, bagi yang tidak mampu untuk melaksanakannya, hukum aqiqah boleh ditinggalkan tanpa berdosa. Diriwayatkan Al-Hasan dari Samurah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda โ€œSemua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.โ€ HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani. Ini adalah hadits yang paling kuat tentang disyariatkannya aqiqah. Syariat untuk melakukan aqiqah hanya dapat Anda temukan di hadist-hadist Nabi Muhammad SAW dan tidak dijumpai di dalam ayat Al-Qurโ€™an. Meski tidak ada Al-Qurโ€™an, Ustadz Aris Munandar memberikan penjelasan bahwa seorang muslim tidak membeda-bedakan aturan dalam Al Quran dan hadist. Ini karena kita diperintahkan untuk taat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana kita taat kepada Allah dan ayat-ayat Al Qurโ€™an. โ€œAqiqah menjadi satu hal yang sangat populer dan tak terpisahkan di tengah-tengah kehidupan beragama kaum musliminโ€. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya โ€œTuhfatul Maududโ€ mengatakan bahwa โ€œImam Jauhari berkata, Aqiqah adalah โ€œMenyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.โ€ Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata โ€œDari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.โ€ Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syarโ€™i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih An-Nasikah. Para ulama di masa salaf membenci dan tidak menyukai mereka yang bisa melakukan aqiqah, tetapi meninggalkan syariat aqiqah, ujar Ustadz Aris Munandar. Tradisi aqiqah adalah anjuran untuk menyembelih kambing serta memotong rambut si bayi yang baru lahir. Hukum aqiqah dalam islam sendiri termasuk sunnah muakkad dan dapat dilakukan bagi muslim yang mampu. Tujuan dilaksanakan aqiqah ini yaitu berbagi kebahagiaan kepada orang sekitar, sehingga muncul doa terbaik agar Si Kecil tumbuh dengan baik dari fisik maupun akhlaknya. Dalil-Dalil Syari Tentang Hukum Aqiqah Dalil-dalil syari tentang hukum aqiqah yaitu sebagai berikut ุนูŽู†ู’ ุณูŽู„ู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽุงู…ูุฑู ุงู„ุถู‘ูŽุจููŠู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู…ูŽุนูŽ ุงู’ู„ุบูู„ุงูŽู…ู ุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุฉูŒ ููŽุงูŽู‡ู’ุฑููŠู’ู‚ููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฏูŽู…ู‹ุง ูˆูŽ ุงูŽู…ููŠู’ุทููˆู’ุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู’ู„ุงูŽุฐูŽู‰ Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata Rasulullah bersabda, โ€œAqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.โ€ [Shahih Hadits Riwayat Bukhari 5472, untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari 9/590-592, dan Irwaul Ghalil 1171, Syaikh Albani] Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari 9/593 dan Nailul Authar 5/35, Cetakan Darul Kutub Al-Ilmiyah, pent] ุนูŽู†ู’ ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุฌูู†ู’ุฏูŽุจู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ุบูู„ุงูŽู…ู ุฑูŽู‡ููŠู’ู†ูŽุฉูŒ ุจูุนูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุชูู‡ู ุชูุฐู’ุจูŽุญู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุณูŽุงุจูุนูู‡ู ูˆูŽ ูŠูุญู’ู„ูŽู‚ู ูˆูŽ ูŠูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ Dari Samurah bin Jundab dia berkata Rasulullah bersabda โ€œSemua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan kambing, diberi nama dan dicukur rambutnya.โ€ [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasaโ€™I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya] ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽุชู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุบูู„ูŽุงู…ู ุดูŽุงุชูŽุงู†ู ู…ููƒูŽุงููุฆูŽุชูŽุงู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ Dari Aisyah dia berkata Rasulullah bersabda โ€œBayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.โ€ [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad 2/31, 158, 251, Tirmidzi 1513, Ibnu Majah 3163, dengan sanad hasan] ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุณูŽูŠู’ู†ู ูƒูŽุจู’ุดู‹ุง ูƒูŽุจู’ุดู‹ุง Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda, โ€œMengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.โ€ [HR Abu Dawud 2841 Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa 912 Thabrani 11/316 dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel Ied] ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุดูุนูŽูŠู’ุจู ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจููŠู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฏู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุญูŽุจู‘ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุงูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุณููƒูŽ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุบูู„ุงูŽู…ู ุดูŽุงุชูŽุงู†ู ู…ููƒูŽุงููุฆูŽุชูŽุงู†ู ูˆูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุดูŽุงุฉูŒ Dari Amr bin Syuโ€™aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda, โ€œBarangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih kambing karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.โ€ [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud 2843, Nasaโ€™I 7/162-163, Ahmad 2286, 3176 dan Abdurrazaq 4/330, dan dishahihkan oleh al-Hakim 4/238] Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata Rasulullah bersabda โ€œCukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.โ€ [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad 6/390, Thabrani dalam โ€œMuโ€™jamul Kabirโ€ 1/121/2, dan al-Baihaqi 9/304 dari Syuraiq dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail] Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih. Untuk waktu pelaksanaan hukum aqiqah, Irsyad mengatakan bahwa biasanya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran bayi. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW. Diriwayatkan Samurah bin Jundub Ra, Rasulullah SAW bersabda, โ€œSetiap bayi tergadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama.โ€ HR. An-Nasaโ€™i. Menilik dari hadist shahih tentang hukum aqiqah di atas, waktu untuk melakukan aqiqah pada Si Kecil dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Cara menghitung hari ketujuh adalah dengan menyertakan hari kelahirannya. Misal, jika Si Kecil lahir dihari Senin maka hukum aqiqah dapat dilakukan dihari Minggu berikutnya. Dalam sebuah hadits dikatakan, โ€œPenyembelihan hewan aqiqah bisa hari yang ke-7, hari ke-14, atau hari ke-21.โ€ Hadist ini dianggap sebagai hadist yang shahih oleh sebagian ulama. Tata cara hukum aqiqah dihari ketujuh kelahiran memang bukan harga mati. Hari ketujuh setelah kelahiran dianggap sebagai saat yang paling afdol. โ€œJika tidak memungkinkan dilakukan pada hari tersebut karena masih lelah dan tidak sempat mengurusnya, aqiqah bisa dilakukan di hari ke-14 atau ke-21. Jika masih tidak bisa juga, maka aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja.โ€ tambah Ustadz Aris Munandar. Aqiqah dapat dilakukan sampai ada kemampuan, bahkan jika sudah dewasa sekalipun. Nabi SAW pun mengaqiqahi dirinya sendiri ketika Beliau telah diutus menjadi seorang Nabi. Riwayat ini juga menjadi dasar dibolehkannya seseorang untuk mengaqiqahi dirinya sendiri apabila orang tuanya belum mengaqiqahi ketika kecil atau tidak memiliki kemampuan untuk itu. Syarat Melakukan Aqiqah Sumber Dalam melaksanakan aqiqah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Hal ini juga akan disesuaikan dengan jenis kelamin dari anak. Berikut ini syarat-syarat aqiqah yaitu 1. Jumlah Hewan Aqiqah Pelaksanaan aqiqah antara anak laki-laki dengan anak perempuan ini memiliki persyaratan yang sedikit berbeda. Saat sudah meniatkan untuk mengaqiqahi Si Kecil, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk jumlah kambing yang akan disembelih. Di mana jumlah hewan aqiqah yang disembelih untuk anak laki-laki yaitu dua ekor kambing atau domba. Sedangkan jumlah hewan yang dibutuhkan untuk anak perempuan hanya membutuhkan satu ekor kambing atau domba saja. Dari hadits diriwayatkan, โ€œSiapa dari kalian yang suka menyembelih atas kelahiran anak maka lakukanlah, anak laki dua ekor kambing yang cukup syarat, anak wanita dengan satu ekorโ€ Meski demikian, jumlah ini juga bisa disesuaikan bagi orang tua kurang mampu. Jika tidak mampu untuk menyembelih dua ekor, maka bisa menyembelih satu ekor saja. Sesungguhnya tata cara pelaksanaan aqiqah antara anak laki-laki dan perempuan sama saja. Hal yang membedakannya hanyalah pada jumlah hewan yang disembelih. Pada anak laki-laki harus berjumlah 2 ekor kambing yang keduanya mirip sama usianya, sama jenisnya, sama ukurannya. Jika tidak sama persis, setidaknya mendekati. Sedangkan, untuk anak perempuan jumlah hewan aqiqah hanya 1 kambing saja. Sapi atau unta juga diperbolehkan dengan syarat hanya 1 unta atau 1 sapi untuk 1 orang anak saja. Namun, sebagian ulama berpendapat jika aqiqah yang diperbolehkan hanya memakai kambing saja sebab sesuai dengan dalil Rasulullah SAW yaitu Saat menyembelih, ada hal yang harus diperhatikan yakni tidak mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang terkandung adalah tafaโ€™ul atau berharap akan keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak tersebut. Setelah proses penyembelihan hewan aqiqah dan membagikannya ke sanak saudara, tetangga, serta orang yang membutuhkan, jangan lupa untuk mencukur rambut Si Kecil dan memberikan nama yang baik sebagaimana sabda Nabi SAW. Mengutip laman Dalam Islam, setelah memotong rambut, maka dilanjutkan lagi dengan memasukkan sesuatu yang manis ke dalam mulut bayi. Para Sahabat memiliki kebiasaan bayi yang baru saja lahir akan langsung dibawa ke hadapan Rasulullah SAW. Beliau kemudian akan memerintahkan untuk diambilkan kurma lalu mengunyahnya sampai halus. Kemudian, beliau akan mengambil sedikit dari mulutnya lalu memberikannya ke mulut bayi dengan cara menyentuh langit-langit mulut bayi sehingga akan langsung dihisap. Gula atau makanan manis dari hal ini memiliki kandungan karbohidrat atau glukosa, di mana merupakan sumber kekuatan dari fisik serta ludah dari Rasulullah SAW yang akan memberikan berkah. Sunnah ini lalu diteruskan oleh umat muslim yakni dengan mentahnikkan bayi pada para ulama. 2. Perhatikan Kondisi Hewan Aqiqah Syarat berikutnya yaitu perhatikan kondisi hewan yang akan digunakan untuk pelaksanaan aqiqah. Kondisinya yaitu hewan tersebut harus berada dalam kondisi sehat, tidak cacat, cukup umur, dan tidak kurus. Biasanya kambing yang digunakan untuk aqiqah ini memiliki kisaran umur satu tahun dan memiliki jenis kelamin jantan maupun betina. Hukum aqiqah ini memang sunnah muakkad, namun daging aqiqah ini juga disunahkan untuk dimasak terlebih dahulu. 3. Membagikan Aqiqah dengan Daging Mentah Saat ini, kita banyak menjumpai tempat-tempat penyembelihan hewan aqiqah yang sekaligus memasak dan membuat hantaran berupa nasi kotak dengan berbagai olahan daging kambingnya. Hal ini sangat praktis dan tidak menyita waktu Anda untuk mempersiapkannya. Seperti halnya dalam berkurban, pihak keluarga pun diperkenankan untuk makan daging aqiqah. Meski tidak biasa, tetapi ternyata hasil sembelihan aqiqah pun dapat diberikan dalam kondisi mentah. Membagikan aqiqah dalam kondisi daging mentah dijelaskan oleh Imam Ibnu Baz. Aqiqah yang sesuai syariat dan yang diajarkan dalam sunnah shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah hewan yang disembelih untuk kelahiran anak pada hari ketujuh. 4. Dapat Dibagikan Dalam Bentuk Olahan Masakan atau Daging Mentah Sumber Portal Amanah Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah mengaqiqahi Hasan dan Husain radhiyallahu anhu. Shohibul aqiqah boleh memilih, boleh membaginya dalam bentuk daging mentah kepada para kerabat, kawan atau orang miskin. Bisa juga dia masak, kemudian mengundang kerabat, tetangga, atau orang miskin yang dia inginkan. Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Baz 4/262. 5. Aqiqah Saat Anak Sudah Dewasa Ini menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan oleh sebagian orang. Bagaimana jika aqiqah dilakukan saat anak sudah dewasa atau telanjur besar? Menurut pendapat para ulama, apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah, maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu ia sudah mampu untuk aqiqah. Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat, maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat meskipun setelah itu kondisinya serba cukup. Jadi, apabila keadaan orang tuanya tidak mampu ketika pensyariatan aqiqah, kewajiban aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan. Sedangkan jika orang tuanya mampu sejak anak lahir, tetapi ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa. Begitu juga hadits berkata โ€œJika seorang anak tidak diaqiqahi, maka ia tidak akan memberi syafaat kepada orang tuanya pada hari kiamat nanti.โ€ Imam Asy Syafiโ€™i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh. Jika aqiqah diakhirkan hingga usia baligh, kewajiban orang tua menjadi gugur. Akan tetapi, ketika itu, anak punya pilihan, boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak. Shahih Fiqih Sunnah 2/383. Proses Pelaksanaan Tasyakuran Sumber Pexels Berikut ini terdapat beberapa ulasan dalam melaksanakan tasyakuran aqiqah, antara lain Perhatikan Waktu yang Dianjurkan Untuk melaksanakan aqiqah ini biasanya dilakukan pada waktu yang dianjurkan yaitu hari ketujuh setelah bayi lahir. Apabila hari ketujuh tersebut berhalangan atau tidak sanggup, maka dapat dilaksanakan pada hari keempat belas atau hari kedua puluh satu. Hal ini wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang mampu untuk melaksanakannya. Mencukur Rambut Anak Hal yang dilakukan juga dalam pelaksanaan aqiqah yaitu mencukur rambut hingga gundul. Hal ini bertujuan agar bayi dapat terbebas dari godaan syaitan. Dalam mencukurnya juga tidak boleh sembarangan dan disarankan dimulai dari sebelah kanan ke kiri. Memberikan Nama Anak Selanjutnya, Bunda juga bisa memberikan nama kepada anak pada hari Aqiqah tersebut. Nama berfungsi sebagai doa sehingga pemberian nama anak ini haruslah nama yang baik pula. Makan Bersama Setelah mengetahui hukum aqiqah dan syarat-syaratnya, hewan dapat disembelih dan membaca doa untuk menyembelih hewan aqiqah. Kemudian, daging dapat dimasak terlebih dahulu dan diakhiri dengan melakukan makan bersama, serta memanjatkan doa agar anak tersebut dapat menjadi anak sholeh atau sholehah. Grameds bisa mendapatkan lebih banyak informasi seputar aqiqah serta hewan-hewan aqiqah yang bagus yang tentunya sudah tersedia di Sebagai SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Yufi Cantika Sukma Ilahiah Baca juga ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Jakarta - Dalam Islam dikenal adanya aqiqah yang identik dengan penyembelihan hewan kambing atau domba. Ketika seorang bayi baru saja dilahirkan ke dunia, orang tua akan melaksanakan aqiqah atas kelahiran sang definisi, hukum, ketentuan serta hikmah aqiqah yang dimuat dari berbagai sumber. Definisi AqiqahPara ulama menjelaskan sejumlah pengertian Sabiq dalam buku Fiqih Sunnah 5 menyebutkan aqiqah adalah binatang yang disembelih untuk anak yang Abd al-Qadir ar-Razi memaparkan bahwa aqiqah juga disebut dengan 'iqqah yang berarti rambut bayi manusia dan hewan yang ada sejak dilahirkan. Kata 'iqqah digunakan sebagai sebutan bagi domba yang disembelih atas nama bayi yang dilahirkan, tepatnya pada hari buku Fiqih Aqiqah Perspektif Madzhab Syafiiy oleh Muhammad Ajib, Imam Nawawi menjabarkan definisi aqiqah dalam kitabnya al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab'Istilah aqiqah berasal dari kata al-Aqqu yang maknanya 'memotong'. Al-Azhari mengutip perkataan Abu Ubaid dan al-Ashma'i dan lainnya bahwa aqiqah sebetulnya adalah rambut yang tumbuh di kepala bayi ketika dilahirkan. Hewan yang disembelih itu dinamakan aqiqah sebab rambut bayi tersebut dipotong ketika prosesi penyembelihan hewan.'Juga Abu Bakr al-Bakri ad-Dimyati dalam kitab I'anatu at-Thalibin memberi pengertian tentang aqiqah'Aqiqah secara bahasa maknanya adalah rambut yang ada di kepala bayi ketika lahir. Adapun secara istilah, aqiqah adalah hewan yang disembelih untuk sang bayi pada saat rambut bayi tersebut dipotong. Salah satu hikmah adanya syariat aqiqah adalah untuk menampakkan rasa kegembiraaan, kenikmatan dan menyebarkan nasab.'Hukum dan Ketentuan AqiqahSayyid Sabiq menyatakan bahwa aqiqah termasuk ibadah sunah muakadah, yakni amalan sunah yang sangat dianjurkan, sekali pun orang tua anak berada dalam kesulitan Laits dan Dawud azh-Zhahiri berpendapat, bahwa hukum aqiqah adalah wajib. Ketentuan dalam kurban berlaku juga dalam aqiqah. Hanya saja tidak diperbolehkan patungan dalam oleh Abu Dawud bahwa Rasulullah beraqiqah untuk Hasan dan Husain, masing-masing dengan seekor kambing An-Nasa'i, "Nabi SAW beraqiqah untuk Hasan dan Husain, masing-masing dengan dua ekor kambing kibas". Sementara Tirmidzi meriwayatkan, "Rasulullah beraqiqah untuk Hasan dengan seekor kambing dan Husain seekor kambing".Dalam riwayat lain dari Ummu Kurz al-Ka'biyyah, Nabi SAW bersabda mengenai ketentuan jumlah dan syarat hewan yang ุงู„ุบู„ุงู…ู ุดุงุชุงู† ู…ุชูƒุงูุฆุชุงู† ูˆุนู† ุงู„ุฌุงุฑูŠุฉู ุดุงุฉูŒArtinya "Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sepadan dan untuk anak perempuan seekor kambing." HR Abu DawudUntuk anak lelaki dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang berdekatan rupa dan umurnya, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing waktu penyembelihan hewan untuk aqiqah, bisa dilakukan pada hari ketujuh setelah persalinan bila dimungkinkan. Jika tidak, maka hari keempat belas, kedua puluh satu, atau hari kapan ุชุฐุจุญู ู„ุณุจุนูุŒ ูˆู„ุฃุฑุจุนูŽ ุนุดุฑุฉูŽุŒ ูˆู„ุฅุญุฏู‰ ูˆ ุนุดุฑูŠู†ูŽArtinya "Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, hari keempat belas, dan hari kedua puluh satu." HR BaihaqiHikmah AqiqahAnjuran Nabi SAW untuk aqiqah ternyata memiliki makna dan manfaatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Samurah bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah bersabdaูƒู„ู‘ู ู…ูˆู„ูˆุฏู ุฑูŽู‡ูŠู†ุฉูŒ ุจุนูŽู‚ูŠู‚ุชูู‡ู ุชูุฐุจูŽุญู ุนู†ู‡ู ูŠูˆู…ูŽ ุณุงุจูุนูู‡ ูˆูŠูุญู„ูŽู‚ู ูˆูŠูุณู…ู‘ูŽู‰Artinya "Setiap anak yang dilahirkan tergantung pada aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, sementara dia dicukur dan diberi nama." HR Abu DawudHadis di atas bermaksud bahwa pertumbuhan dan perlindungan yang baik pada anak tergantung makna aqiqah yang dimaksud. Sehingga alangkah baiknya untuk menyegerakan aqiqah dengan mengharap doa kebaikan dan ridha lainnya dalam riwayat dari Salman bin Amir adh-Dhabbi, Nabi SAW bersabda,ู…ุน ุงู„ุบู„ุงู…ู ุนู‚ูŠู‚ุชูู‡ ุŒ ูุฃู‡ุฑููŠู‚ูˆุง ุนู†ู‡ ุฏู…ู‹ุง ูˆุฃู…ูŠุทูˆุง ุนู†ู‡ ุงู„ุฃุฐูŽู‰Artinya "Anak lahir bersama aqiqahnya. Maka, tumpahkanlah darah untuknya dan hilangkanlah gangguan darinya." HR BukhariMaksudnya, menumpahkan darah di sini adalah menyembelih hewan aqiqah bagi anak yang dilahirkan punya makna menghilangkan kotoran dan najis lahiriah serta batiniah sang anak. Simak Video "Jokowi Sumbangkan Sapi Limosin 1,1 Ton ke Warga Bangka" [GambasVideo 20detik] lus/lus SOLO - Berikut adalah jadwal Iduladha 2023 versi pemerintah dan Muhammadiyah yang kemungkinan akan berbeda. Seperti diketahui, Iduladha 2023 tinggal menunggu hari. Iduladha merupakan hari besar kedua umat Islam di seluruh dunia setelah Idulfitri. Mengacu pada alasan tersebut, banyak umat Islam yang mulai bertanya-tanya kapan Iduladha 2023 akan dilaksanakan. Jika mengacu pada keputusan Muhammadiyah, maka jadwal Iduladha 2023 sudah bisa dipersiapkan mulai hari ini. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/ tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H, ormas Islam ini telah menetapkan tanggal jatuhnya Idul Adha 2023. Muhammadiyah telah menetapkan jika Iduladha 2023 akan jatuh pada Rabu 28 Juni JugaApabila Lebaran Iduladha Berbeda, Muhammadiyah Minta Libur Jadi 2 HariLebaran Iduladha 2023 versi Pemerintah dan Muhammadiyah Disinyalir Berbeda, Kapan?Tok! Pemerintah Tetapkan Libur Hari Raya Iduladha 2023 Jadwal ini berbeda dengan apa yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut kalender, Iduladha 2023 versi pemerintah akan dilaksanakan pada Kamis 29 Juni 2023. Pada 29 Juni 2023 ditetapkan sebagai Hari Raya Iduladha bagi umat muslim, seperti yang telah pemerintah sepakati. Sebab selain penetapan jadwal Iduladha, pemerintah juga telah menetapkan tanggal merah pada 29 Juni 2023. Berikut adalah hari libur yang telah ditetapkan pemerintah pada tahun 2023 sejak awal tahun lalu - 1 Januari Tahun Baru 2023 Masehi - 22 Januari Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili - 18 Februari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW - 22 Maret Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 - 7 April Wafat Isa Almasih - 22-23 April Hari Raya Idulfitri 1444 H - 1 Mei Hari Buruh Internasional - 18 Mei Kenaikan Isa Almasih - 1 Juni Hari Lahir Pancasila - 4 Juni Hari Raya Waisak 2567 BE - 29 Juni Hari Raya Iduladha 1444 H - 19 Juli Tahun Baru Islam 1445 H - 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI - 28 September Maulid Nabi Muhammad SAW - 25 Desember Hari Raya Natal Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Hesti Puji Lestari Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Makassar - Hari Raya Idul Adha 2023 sudah di depan mata. Lantas jika dihitung mundur, Idul Adha 2023 tinggal berapa hari lagi?Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Islam demikian, banyak detikers yang mempertanyakan kapan penetapan Hari Raya Idul Adha menurut kalender masehi? Hal ini wajar, lantaran terdapat perbedaan penanggalan antara Hijriyah dan Masehi. Sehingga perayaan Idul Adha dapat berbeda-beda setiap Idul Adha 2023 Menurut PemerintahSampai sejauh ini, pemerintah belum menentukan kapan tanggal pasti Idul Adha 2023. Pemerintah masih menunggu sidang isbat yang akan dilaksanakan pada Hari Minggu, 18 Juni 2023 demikian, jika mengacu pada Surat Keputusan Bersama SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023, maka Hari Raya Idul Adha diperkirakan akan jatuh pada Hari Kamis, 29 Juni SKB tersebut, pemerintah pun telah menetapkan tanggal 29 Juni sebagai tanggal merah dan hari libur Idul Adha 2023 Menurut MuhammadiyahBerbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah sendiri telah menentukan jadwal Idul Adha tahun ini. Hal tersebut ditetapkan berdasarkan hasil hisab wujudul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada Januari 2023 termaktum dalam Maklumat Nomor 1/MLM/ tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1444 H, disebutkan bahwa Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah jatuh pada Hari Rabu, 28 Juni Nahdatul Ulama NU akan mengikut pada jadwal yang ditetapkan oleh Pemerintah."Kita di NU itu selalu menanti dari pemerintah. Kalau pemerintah sudah menetapkan 1 Dzulhijjah berarti itu tinggal menghitung hari, 9 dan 10 Dzulhijjah," ujar Wakil Ketua Tanfidziah NU Sulsel Muammar Muhammad Bakry kepada detikSulsel, Sabtu 10/6/2023.Nah, jika mengacu pada kedua ketetapan di atas, maka hitung mundur Hari Raya Idul Adha 2023, per hari ini Minggu 11 Juni 2023, menurut versi Pemerintah 18 hari lagi. Dan Menurut versi Muhammadiyah, Idul Adha sisa 17 hari itulah informasi terkait hitung mundur Idul Adha 2023. Semoga bermanfaat ya detikers! Simak Video "Perawatan Spesial Sapi Kurban Jokowi di Jambi Diberi Telur Tiap Hari" [GambasVideo 20detik] edr/asm

hukum aqiqah menurut muhammadiyah